Friday, August 7, 2015

Ikutan Jamaah Tabligh di Western Australia

Asr pray in wireless hill park
 Pagi itu tiba tiba Hario, orang Indonesia yang gue kenal di Masjid Ibrahim menelpon gue ngajakin gue shalat Dzuhur di Masjid Ibrahim dan sekalian lunch di rumah dia, Tapi gue bilang udah pindah ke Victoria Park, about 20km dari Southern River, naik bus kesana hampir satu jam
dan dia menawarkan diri untuk menjemput dan mengantar gue pulang lagi ke Vic Park, Alhamdulillah rezeki anak shaleh. Dirumahnya gue makan lontong sayur bakwan kue bolu dan dibungkuskan untuk dibawa pulang kerumah pula. Alhamdulillah....
Lunch di rumah Mas Hario

Di rumah Hario, gue bertemu Pak Isnandar ketua jurusan matematika Universitas sebelas maret solo yang lagi diundang Curtin University untuk research selama tiga minggu, hebat ya. gue juga bertemu Pak Arman, dia Alumni Master Electrical Engineering RMIT University dan bekerja untuk Metro railway Melbourne. hebat!!! Nah mereka ngajakin gue Itikaf di Masjid Jumat-Minggu. Karena ngga ada kerjaan jadi gue iyain aja.

Jumat jam 5 sore gue udah di Curtin University Musalla, Musallanya keren banget, seperti dua trailer yang didempetin jadi satu. Setelah Shalat Isha gue, Pak Isnandar dan Brother Mohammed berangkat menuju Perth Mosque. Pak Arman akan menyusul di Perth Mosque. Pak Arman datang membawakan dua bekal untuk gue dan Pak Isnandar, Nasi kuning. rendang dan telor dadar. Enyak!!! Alhamdulillah...

Kelar makan langsung masuk untuk istirahat tapi gue ngga bisa tidur, baru tertidur setelah jam 1 malam, snoring bikin gue give up. Kelar Shubuh lanjut bayan (ceramah agama) yang ngasih Brother Mohammed yang dilanjutkan Brother Heri.

Sebelum berangkat khoruj kami sarapan dulu di rumah Pak Arman dan melanjutkan perjalanan menuju wireless hill park. Feeling gue seperti piknik aja, gelas tikar kemudian minum minum teh dulu sebelum ta'lim (membaca hadist atau kisah para sahabat nabi) dimulai, Kelar Dzuhur lanjut ta'lim lagi dan baca surah Al Fatiha secara bergantian dan ternyata cara baca Al fatiha gue selama ini salah dan gue diajarin cara membaca yang benar dengan Pak Isnandar.

Kegiatan selanjutnya mengunjungi warga muslim yang ada di sekitaran wireless hill park. Jadi Mereka telah mendata semua nama nama muslim yang ada di sekitaran Perth, semua nama yang berbau islam akan dikunjungi saat melakukan khoruj. Pak Arman cerita yang dikunjungi ada yang senang sekali dan ada juga yang mengaku non muslim padahal di rumahnya ada terpasang Sajadah di dindingnya dan namanya Islam banget. Yang paling parah ada yang ngelaporin ke polisi gara gara dikunjungi. Tapi kata Pak Arman kalo dilaporin ke Polisi nanti polisi bakal datangin kita dan nanya nanya doang kok. Wong kita ngga buat salah. Cuman silaturahmi ini. Tapi tetep gue deg degan gimana kalo yang gue datangin juga ngelaporin ke polisi. Tapi yang di datangin biasanya yang punya mobil aja, karena si pelapor melaporkan flat mobil yang kami pakai ke Polisi.

Hari itu gue kebagian mengunjungi Rumah Keluarga Zulkhaer, Setelah mengentuk pintu keluar pria berkacamata yang kalo liat wajahnya seumuran gue. Orang Singapura yang udah jadi Citizen, Istrinya orang korea dan udah masuk Islam. Alhamdulillah. Kami menanyakan Biasanya shalat Jumat dimana? Sering ke Mesjid kah? dan diajakin Ikutan Itikaf di Perth Mosque. Sekali seminggu atau sekali sebulan. Kalo mau ikutan Khoruj juga Alhamdulillah. Kalo ngga bisa ikutan Itikaf datang shalat berjamaah aja. Salah satu tujuan khoruj ini mengajak semua warga muslim di Australia agar meramaikan masjid dan kalo ke masjid membawa serta keluarganya. Masha Allah...
Sebelum meninggalkan rumah Zulhaer kami mengajak dia untuk datang shalat maghrib berjamaah di wireless hill park. Dan sebelum shalat Maghrib dia datang untuk ikutan Shalat berjamaah. Masha Allah... 

Shalat maghrib di lapangan terbuka betul betul tantangan, apalagi winter dan sapuan angin disini, seperti bercampur es, dingin!!!!

Saat sedang Ta'lim di Wireless hill park lewat bapak tua Australia yang hebatnya memberi salam Assalamualaikum kepada kami. Dia seorang Professor di Curtin University tapi udah pensiun. Subhanallah...





Sulaymaniye Mosque in Queens Park

Malamnya kami melanjutkan ke Sulaymaniye Mosque, mesjid turki. Kami shalat Isha dan dinner di Masjid ini. Yang gue suka dari Masjid Masjid Australia. Rata rata masjid besar Australia dilengkapi dapur, karena masjid disini biasanya dilaksanakan Itikaf dan saat itikaf biasanya disediakan makan malam. Dan salah satu pengurus masjid disini kebetulan orang Makassar yang udah 40 tahun di Western Australia dan dia keliling Western Australia memperkenalkan Islam. mengunjungi keluarga keluarga moslem yang ada di pelosok pelosok.


Saat Itikaf, gue dapat kabar kalo dua orang Australia bapak dan anaknya masuk Islam di Rockingham. Alhamdulillah....


Dan gue mendapat hidayah di Australia, Alhamdulillah...