Monday, January 9, 2017

Muharram di Iran

Tea stall in Isfahan

 Jika kamu mengunjungi Iran pada bulan Muharram, khususnya menjelang peringatan Asyura, kamu akan menemukan banyak tea stalls on the street. The good thing is the tea is free and sometimes not only tea but come with date fruit or cake or biscuit.



Teh di Iran dihidangkan di gelas kecil banget. Imut banget gelasnya. Dua kali gue bertamu ke rumah kenalan di Iran, selalu di suguhi teh.



Saat di Tehran antrian untuk mendapatkan teh lebih susah, karena banyaknya antrian. sedangkan di kota Isfahan dan Tabriz lebih mudah mendapatkan teh dan kadang ngga ada antrian dan bisa minum beberapa gelas :)



Selain bisa minum teh gratis kamu bisa milihat ritual tasua dan asyura yang pastinya menarik untuk disaksikan. Puncak perayaan tasua di Tabriz digelar pada malam hari tanggal 9 Muharram dan Tanggal 10 peringatan Asyura. Pada saat peringatan asyura biasanya akan ada open house dan makan bersama. Siapapun bisa ikut makan. Tinggal ikut antri dan saat di Tabriz sebagai turis gue mendapat perlakuan istimewah ngga perlu ngantri.Langsung masuk dan makan bersama warga Tabriz.


Tasua Mourning Ceremony

Ashura Day Lunch

Ditipu di Armenia

Street Food in Yerevan

Gue memasuki Armenia lewat jalur darat dari Iran. Gue sempat dapat masalah di Imigrasi Armenia. Nama di Visa dua kata saja sedangkan di passport gue namanya tiga kata. Setelah menunggu beberapa lama, Petugas nelpon dan nanya petugas imigrasi lainnya. dan apekhirnya passport gue dapat stempel juga. fiuh...

Keluar dari imigrasi langsung dihampiri supir taksi. Setelah tawar menawar akhirnya deal tiga puluh ribu dram menuju Yerevan, ibu kota Armenia. Yerevan ternyata jauh juga berangkat sore dan sampe Yerevan udah tengah malam. Saat akan membayar, supirnya minta 35000 dram dengan alasan mobil dia Merci, jaraknya jauh dan banyak alasan lain lagi. Kami berdebat dan akhirnya membayar 33000 dram.

Kami sampai Yerevan tengah malam dan ngga tau mau kemana. Akhirnya kami memutuskan beristirahat di Supermarket yang buka 24 jam sambil numpang ngecharge ponsel kami dan browsing lokasi hostel paling murah. Jarak dari supermarket ke hostel ternyata lumayan jauh hampir 6km. Tiba tiba staf supermarket menyuruh kami pindah dan akhirnya kami keluar cari taxi lagi. Semua taksi yang kami temukan meminta 3000 dram menuju hostel yang menurut kami terlalu mahal dan akhirnya kami jalan kaki menuju hostel.

Untuk menghemat makan kami, kami memutuskan makan di warung pinggir jalan Yerevan. Saat akan membayar makanan kami, kami terkejut, karena kasirnya meminta 6000 dram padahal total harga makanan kami hanya 3800 dram. Akhirnya kami berdebat sengit dan alasan kasirnya masih ada biaya servis apalagi mereka capek mondar mandir antar makanan dan masih harus cuci piring lagi. Lah itukan memang tugas mereka. Karena udah capek berdebat akhirnya kami membayar 5200 dram. Sejak itu kami kapok makan dipinggir jalan. 

Di Armenia gue merasakan culture shock. Orang orangnya dingin banget jarang senyum dan nyapa gue, sampai kami ditipu beberapa kali. Berbeda banget saat berada di Iran. Orang orang yang ramah dan selalu membalas salam dan tersenyum kepada kami.

Sunday, December 18, 2016

The Good Heart of Iranian

Diundang makan dirumah Tabrizi
Menurut gue Iran adalah salah satu negara yang penduduknya baik banget terhadap traveler. Ketika gue di Isfahan numpang nge-charge ponsel di Terminal Kaveh. Banyak yang ngajak gue ngobrol. Nanya nanya where are you from abis itu ngajak foto bareng. Seneng banget berasa jadi Artes, xixixi... Ada juga yang tiba tiba nawarin gue cemilan dan minuman ketika diterminal Isfahan, trus gue ditanyain ngapain di Iran dan ditutup dengan selfi bareng.

Ketika numpang ngecharge di Fastfood resto terminal Azadi Tehran. Gue yang cuman duduk ngga makan apa apa. Tiba tiba datang seorang pemuda Iran. Rotinya dibagi dua. Roti di Iran itu Porsinya gede banget loh panjangnya hampir 30cm. Sepotong rotinya dibagi ke gue. Dan baiknya lagi gue dibeliin minuman.

Gue suka banget makan cake dan gue suka banget kue kue manis di Iran. Sewaktu di Tabriz gue masuk ke toko kue. Sewaktu gue bertanya harga cakenya, Penjualnya ngomong "It's free." Dalam hati gue pasti nih orang ngga bisa bahasa Inggris. Gue nunjuk tiga cake untuk gue beli. Ketika gue mau bayar di Kasir, "How much?" dan petugasnya ngomong lagi. "It's free. It's free for the tourist because you are our guest." "Merci..." Gue ngga ngerti kenapa bisa gratis, sewaktu gue di Tabriz bertapatan dengan hari Tasua dan Asyura. Bisa jadi gratis karena moment Tasua dan Asyura.

Di hari tasua dan Asyura akan banyak pertunjukan menarik. Hari tasua di Tabriz gue menonton ritual Tasua di Grand Bazar Tabriz. Saat menonton ritualnya tiba tiba pemuda yang berada di dekat gue ngajak ngobrol dan menawarkan teh dan cake yang memang disediakan buat pengunjung ritual tasua. Setelah menghabiskan teh dan cakenya dia menawarkan dirinya untuk menemani gue keliling sekitar Grand Bazar. Kami berkiling Bazar dan mengunjungi dua Masjid di sekitar Grand Bazaar. 

Setelah capek berkeliling grand bazar, dia mengundang gue jalan jalan ke rumahnya. Dia baik banget ya. Dirumahnya gue bertemu ayahnya. Dan ayahnya langsung menjamu gue dengan roti, selai, timun kecil, dan teh. Baby cucumbernya dicocol ke garam dulu sebelum dimakan.

Biasanya banyak yang mudik saat peringatan Asyura. Dan menurut gue Asyura itu seperti hari lebaran di Tabriz. Saat hari Asyura toko toko pada tutup. Di rumah teman gue. Gue cuman bertemu ayahnya karena ibunya lagi mudik. Saking baiknya. Ayah teman gue ngajak gue nginap karena masih ada kamar kosong dirumahnya. Apalagi rumahnya gede banget, tiga lantai tapi hanya dihuni dua orang saat gue datang bertamu.

Visa Armenia gue akhirnya granted sewaktu gue di Tabriz. Sewaktu gue nyari tempat buat print gue bertanya ke seorang pemuda di jalan. Karena dia ngga bisa english. Gue pake google translate. Setelah memperlihatkan terjemahan English ke Persia. Dia langsung menemani gue nyari tempat buat ngeprint dan hebatnya lagi dia membayar biaya print gue. Merci :)

Sewaktu di Iran tiba tiba ada temen yang ngirimin gue pesan. Meminta gue berhati-hati terhadap Syiah Iran. But i found no problem with them. Even they helped me many times. Gue shalat di Masjid Syiah dan Alhamdulillah ngga ada masalah. Yang pasti gue shalat sendiri, ngga mengikuti shalat mereka. 

I love Iran, The people make Iran Beautiful <3






Friday, December 16, 2016

Hampir Dideportasi

Expresi gue ketika difoto 

Gue punya teman. Setiap difoto giginya selalu diperlihatkan semua. Ketika tiba diloket parkir mall biasanya ada camera yang akan motret kita sebelum melewati loket parkir. Nah temen gue itu pasti bikin gaya aneh aneh. Kadang bibirnya dimonyong monyongin, kadang kadang senyum sumringah banget ketika difoto camera parkir.

Waktu ke Iran Oktober 2016 lalu. Gue transit di KL. Gue Transit satu malam. Pas nyampe imigrasi Malaysia Saat gue difoto entah mengapa gue tiba tiba terbyang temen gue itu. Depan kamera imigrasi KL gue monyong monyongin bibir gue. trus gue di foto lagi, gue senyum pepsodent, Pamerin gigi gue, Padahal gigi gue ngga rata.

Tiba tiba petugasnya negur gue. Jleb gue baru sadar kalo yang gue lakuin itu salah. 

Petugasnya langsung ngasih gue ceramah panjang lebar, Dia bilang kalo gue ngga respek memasuki negara orang lain. gue cuman terdiam menunduk. Ya mau gimana lagi gue emang salah. Cuman ngga nyangka bakal gini. Dan petugasnya nanyain gue mau ngapain ke KL, Gue Jawab cuman transit, besok mau Tehran. Dan petugasnya. OK, You have to leave malaysia tomorow. Dan Passport gue dikasih catatan kalo besoknya gue harus leave the country.

Pulang dari Iran gue transit KL lagi. Waktu antri masuk Imigrasi KL, Gue liat antrian gue, petugasnya orang yang sama ketika gue transit di KL waktu mau ke Iran. Gue langsung pindah barisan, Nyari barisan sejauh mungkin dari petugas itu.

I am so so so sorry!

Tuesday, August 16, 2016

The Cursed of Working Holiday Visa Holder


Gue punya teman anak WHV juga yang hidupnya terkutuk banget. Berkali kali kejadian sial menimpa hidupnya selama WHV.

Setelah apply kerjaan lewat gumtree, keesokan harinya, orang yang akan menghire dia menelpon. Calon bossnya nanyain punya mobil ngga? Dan Bohonglah dia. Dia mengatakan punya mobil. karena dia takut kalo bilang no bakal ditolak bekerja. Gara gara dia bilang punya mobil akhirnya calon bossnya itu langsung memanggil dia untuk datang bekerja hari itu juga. Dan Akhirnya dia naik Taxi. Bayar 50 AUD. Sialnya lagi ternyata lokasi kerjanya ngga dilalui bus ataupun train di Perth. Masa dia harus naik Taxi tiap hari, bisa Bangkrut, walaupun rate per hournya gede sih 25 AUD/ Hour. Setelah jujur ke Bosnya kalo dia ngga punya mobil, akhirnya bossnya tetap nerima dia dan bahkan bossnya mau jemput dan drop dia di train atau bus stop.

MInggu kedua di Perth, Tas dia di Hostel penuh bahan bahan makanan hilang, dicolong orang dan ngga tau siapa yang ngambil. Buat yang tinggal hostel hati hati naruh barang, makanan aja dicolong orang.

Minggu ke Tiga di Perth temen gue ini kecelakaan di tempat kerja, nyaris buta, untung yang luka alis dia, dan lukanya harus dijahit, selain luka luka screen iphone dia retak pula. Teman gue ini kerja masang paving block. semacam kuli bangunan lah.

Minggu ke Empat di Perth kejadian sial masih menghampiri hidupnya, Kartu Transperth yang baru dia Isi 50 AUD tercecer alias hilang. Gue udah bantuin nyari di sekitar train station, dan jalan jalan yang dia lewatin dari hostel ke Train station tapi ngga nemu juga. Buat yang pakai kartu transperth ada baiknya kartu kamu di Registrasi. kalo kartu hilang bisa dilapor dan duitnya bisa kembali lagi. Selama ngga dipake pake orang. Jadi setelah hilang harus segera dilapor. Tapi kalo kartu belum di registrasi di lapor sampe kiamatpun duit dalam kartu ngga bakalan kembali, kecuali lu menemukan kartunya.

Kemudian dia curhat ke Gue kalo kejadian sial masih terjadi juga ke dia, Dia bakal stop WHV balik ke negara dia. kebetulan dia Moslem. Jadi gue tanyain "Lu ngasih sedekah ngga ke Masjid?" Dan dia bilang setiap jumat dia selalu sedekah kok.

Kejadian sial berikutnya, Dia meminjamkan sepeda ke temannya. Sialnya temannya meninggalkan sepeda dalam keadaan ban bocor dan ditinggal gitu aja. Dia pula yang harus ambil sepeda itu, tapi teman gue gak pusing dengan sepeda itu, tapi gue aja yang jengkel, abis temennya yang pinjam ngga bertanggung jawab banget.

Dua bulan kemudian. Dia meminta gue mengambil bolanya. gue melempar bola dari balkon apartmen lantai tiga, sialnya gue ngga liat dia lagi nelpon. waktu gue lempar bola ke bawah, bola tepat jatuh ke kepala dia dan Iphonenya terjatuh ke jalan, menambah retak screen ampe kacanya mengelupas, dia marah marah dan menyuruh gue ganti iphone dia. Hahahaha orang gila!!!! Mana mau gue....

Kejadian sial dia yang paling terakhir sebelum dia mengakhiri WHVnya adalah gue menjadi rommatenya, lol, 

Please forgive me mate :)

Saturday, July 16, 2016

My Rooms during Work and Holiday in Australia

Kamar yang paling banyak kenangannya selama gue di Australia
Selama WHV gue berkali kali pindah flat. Di Melbourne tinggal di Dua Flat. Sedangkan di Perth gue sampai enam kali pindah flat.

Pertama kali nyampe Australia, tepatnya di Melbourne gue Tinggal di Little Lonsdale Street. Numpang gratis di kamar temen. rencananya tinggal dua minggu, tapi karena ngga nyaman, mau keluar masuk flat susah bener kalo ngga ada kunci. Akhirnya stay lima hari aja.


Dari Lt. Lonsdale gue pindah ke La Trobe St. Lokasinya bagus banget, ke Melbourne Central ngesot 5-10 menit aja. Satu Flat ada dua kamar tapi Penghuninya 12 orang. Tiap kamar 4 orang plus di Living room 4 orang. Gue tidur di living room. Pertama kali gue tidur di bunkbed. Hari itu gue sial banget. dapet roommate yang bau dan snooringnya gila. ampe ranjang bergetar dan gue ngga bisa tidur. $100/week All bills included.


Sewaktu di Melbourne gue penasaran gimana typical Australian House. Dan beneran di Western Australia gue tinggal di rumah keluarga Australia di Daerah Huntingdale. Runahnya besar banget. Pemiliknya Orang Indonesia yang bersuamikan Ozzie. Kekurangannya harga mahal banget $150/week All bill included, sekamar bertiga (Gue dapet bunkbed lagi) dan jauh banget dari city. Ke City naik public transport bisa ampe sejam stengah and it cost almost $8 for return. Makan di Masakin dan bisa makan sepuasnya. Karena gue merasa kemahalan dan jauh dari tempat kerja akhirnya pindah.


Gue pindah ke East Victoria Park in Sheparton Road, pindah kesini karena dekat dari tempat kerja di Victoria Park. Rumahnya udah tua. Serumah isinya korea semua. Landlord gue Tiling student. Orangnya baik tapi kadang kadang menyebalkan. Suasana rumahnya tenang banget. Beda banget dengan suasana waktu sekamar orang orang Pernacis di Apartmen Joseph di Melbourne. Hobinya party datang ke rumah ngumpul ampe tengah malam, puter music yang kenceng sambil ngebeer.

Gue sekamar ama landlord gue. sekamar dua orang aja paling ideal menurut gue. kalo malam dia menerima telpon dia akan minta maaf ke gue sebelum ngangkat telponnya. Takut mengganggu gue. bangun tidur gue harus mengendap endap. Karena dia kdang sensitif banget. Saat gue buka lemari ambil baju dan memakainya kadang dia terbangun dan pernah suatu hari saat gue kasak kusuk ambil baju dan memakainya terburu buru karena takut telat berangkat kerja, dia terbangun dan tiba tiba dia meninju dinding. padahal gue udah berusaha setenang mungkin ngga mengeluarkan suara. Rentnya terbilang murah $110/week included all bills dan termasuk gratis Nasi dari Landlord tinggal masak lauknya doang. Gue bertahan sebulan aja disini.

Setelah kerja di Crown Metropol rutin gue tiap hari, Rumah - Crown - Perth Mosque - Crown.(kadang kadang mampir numpang dinner) - rumah. Setelah gue pikir pikir kayaknya lebih irit dan lebih efisien kalo gue tinggalnya di city. Tepat di belakang Perth Mosque ada flat kosong. Kamarnya ada tiga 400/week kalo se flat berlima aja udah bisa murah banget kenanya. Sayangnya flatnya unfurnished alias kosong melompomg. Tapi Imam Masjid mau membantu kami menyumbang beberapa perabotan kalo misalnya tinggal di flat itu. So far Yang mau tinggal di flat itu udah 5 orang, Gue, Tarik, Osman, Mounir, dan Dawood. Tapi ternyata untuk tinggal disana ngga gampang. Harus apply dan di interview dulu dengan Agency yang menyewakan flat itu. Pertama Tarik yang apply, di tolak, kemudian Osman dan Mounir applikasinya juga ditolak. Belakangan muncul kabar kalo agencynya ngga senang ama Moslem.


Lucky me. Gue nemu Iklan on Gumtree.com. Apartmennya bagus, ada gym, sauna, dan pool. Lokasi di Hay St, East Perth. Sekamar berdua aja. $125/week, lokasi strategis banget buat gue. Ke Crown naik bis 30 menit, naik sepeda 20 menit, jalan kaki 40 menit.Mau ke city center bisnya gratis dan banyak. ke Perth Mosqu Ngga usah mengeluarkan duit lagi buat naik bis. Awalnya semua berjalan asyik di Apartmen ini. Belakangan gue bermasalah ama roommate gue. Gara gara kebodohan dan keisengan gue. Hal yang ngga gue sangka sangka bakal terjadi. Karena masalahnya berat akhirnya gue pindah flat. 


Masalah yang terjadi di flat sebelumnya bener bener mengguncang semangat kerjaku. Gue jadi kurang semangat bekerja, kesehatan sempat drop, pernah pengen pulang ke Indonesia dan pengen pindah state padahal waktu itu visa gue tinggal tiga bulan doang. Beruntung ada teman gue yang mau nampung di Apartmentnya dua minggu. Gue harus bayar $100/week plus biaya makan kalo ikut makan bareng mereka di Apartment. Masalah di flat sebelumnya juga membuat batin gue tersiksa dan gue berusaha melupakan masalah masalah di flat sebelumnya. Dan udah dua minggu gue belon nemu apartment baru. Gue minta waktu seminggu lagi untuk mencari roomshare baru. Tapi mereka ngga bisa nampung gue lagi. Waktu itu gue belon pulih bener, rasanya gue pengen nangis aja. Padahal gue lagi butuh dukungan untuk membangun kembali semangat kerja gue.


Akhirnya gue kembali membuka gumtree.com, perthbackper dan flatmates.com Semua teman teman gue tanyain kalo ada info roomshare bisa kabarin ke gue. Dan lagi lagi ada teman yang membantu gue. Teman belajar ngaji gue di Perth Mosque. Dia mau menampung gue di kamarnya. Jadi waktu itu perjanjiannya gue nginap dua tiga hari di kamarnya dan sewa kamar yang lain di rumah itu. Tapi kemudian temen gue  yang baik banget itu ngomong "visamu kan tinggal 10 minggu lagi, lebih baik kamu ngga usah sewa kamar. tinggal aja di kamar gue GRATIS! dengan syarat kamu harus jadi penghuni gelap dirumah ini." Jadi gue ngga bisa ketahuan orang orang dirumah kalo gue tinggal bersama temen gue. Dan akhirnya gue pulang pas malam aja dan keluar pagi banget. Beruntung gue kerjanya pagi banget. Abis kerja nonkrong di Masjid ampe Isha. Abis Isha baru pulang dan nyampe rumah udah jam 10 malem, kalo rumah masih rame gue masuknya lewat jendela, udah kayak maling aja. Gue bertahan 5 minggu doang. Temen gue mau nampung satu orang lagi di kamarnya saking baiknya. Karena ngga setuju akhirnya gue pindah.


Lima minggu terakhir WHV gue tinggal di Apartmen sahabat gue. Masih di daerah city, di East perth. Dua kamar doang tapi kami tinggalnya ber enam. Gue tidur di ruang tamu. Lima minggu gue bayar $400 include all bills.


Rata rata roomshare di sekitar Perth minimum staynya 4 Minggu. Bayar two weeks bond (semacam uang jaminan) dan bayar rent per week or per two weeks. kalo mau pindah harus two weeks notice. Kalo pindah mendadak siap siap aja bond kamu ngga dikembaliin atau kamu merusak barang di apartmen bond kamu akan dipotong. Kalo rent apartment tidak termasuk bill (listrik dan air) biasanya akan dipotong dari bond kamu pada saat kamu akan pindah. 


Biasanya foto di Iklan selalu berbeda dengan kenyataan. Gue pernah liat gambar iklannya bagus banget. Pas gue inspect ternyata rumahnya udah tua banget jauh banget dari gambar. Tanyakan ke Landlornya berapa total yang tinggal di flat atau apartmen. Gak mau kan kamu udah buru buru tapi masih harus antri masuk toilet dan masih harus ngantri buat make dapur.


Biasanya makin rame sekamar, makin murah rentnya. Jadi kalo nemu iklan yang rentnya murah dan lokasinya di city biasanya sekamar ada empat orang. Makin jauh dari city alias di Suburb biasanya biaya rentnya makin murah.


cari roomshare disini:

https://flatmates.com.au/
http://www.gumtree.com.au/s-flatshare-houseshare/sydney-city-sydney/
Gabung di FB Backpacker: https://web.facebook.com/groups/PerthBackpacker/

Kamu bisa juga rent langsung apartment. Apartment di sekitar Perth dua kamar biasanya $420-500/week. Cari yang fully furnished jadi kamu tinggal bawa diri dan barang kamu. kalo unfurnished. Flatnya kosong melompong, gak ada kasur dll. Cuman kalo rent langsung minimum staynya rata rata 6 bulan atau setahun dan mereka akan meminta bank statement buat make sure kamu punya cukup uang buat rent flatnya. Kalo rent apartmen langsung biasanya bondnya ribuan dollar. Kalo mau rent flat bisa cari disini  https://www.realestate.com.au/rent


Semoga kalian mendapatkan roomshare yang menyenangkan :)


Tuesday, July 5, 2016

Pertengkaran Hebat Part 2




Karena ngga tidur semalaman gue nelpon tempat gue kerja, gue izin ngga masuk kerja. Sekalian menyelesaikan masalah gue dengan David dan Francis. Hari itu Francis lagi kerja ngantar daging, jadi kami menunggu dia di Perth Mosque. Setelah shalat dzuhur akhirnya dia datang juga. Gue jelasin kalau sebaiknya yang tinggal di kamar David satu orang aja. Dan gue ngga masalah kalau harus pindah. Apalagi dia udah diperkanalkan ke Landlord David yang akan menggantikan dia. Tapi Francis juga mengalah. Dia bilang gue aja yang tinggal di kamar David. Akhirnya diputuskan gue yang bakal tinggal di kamar David.

Setelah itu gue berpisah dengan David. Dia pengen main ke rumah temannya. Katanya telpon aja setelah maghrib kalo mau pulang ke rumah. Kemudia gue main ke Apartmen sahabat gue Aminah. Nunggu disana ampe Maghrib. Maghrib gue telpon ngga dijawab. berkali kali telpon ngga ada jawaban. Abis Isha nelpon masih ngga dijawab. Jam 9 gue telpon ngga jawab, jam 10 ngga dijawab lagi. Akhirnya gue khawatir ini orang baik baik saja ngga sih? Karena gue udah ngga masuk kerja hari ini. Gue ngga mungkin ngga masuk kerja lagi besoknya. Gue minta Aminah nemenin gue ke Rumah David. Mau ngambil pakaian kerja gue. Kalo misalnya David ngga ada dirumah gue bakal ngomong ama landlordnya minta Izin mau ngambil barang di kamar David.

Pas nyampe rumah David. Gue ngintip di Jendela. Dan dia ternyata tidur. gue telpon terhubung tapi hapenya ngga bunyi. Sepertinya di Silent. Gue tib tiba terbawa emosi. Gue langsung masuk lewat Jendela. Gue bangunin David. Gue bilang My friend is waiting for me outside. Dan David yang baru bangun,salah tangkap dia mikir gue mau pindah. Dia mengangkut semua barang gue. I told him that i still want to stay in his room. I just want to take my work uniform, Karena gue mau nginap di Apartmen Aminah. David keliatan emosi dan gue juga emosi. Gue ngomong ke David, "I'll call you tomorrow." Dan gue ke Apartment Aminah.

Selesai kerja gue langsung telpon David. Dia bilang ke rumah aja. Gue buru buru ke coles. Beli Ice cream, mau ngasih dia sebagai permintaan maaf gue. Karena dia doyan banget Ice cream. Sampai rumah. ternyata dia sudah membereskan semua barang barang gue. He told me that i can take all my stuff. Hiks... Dia ngusir gue.  Rasanya ngga enak banget, kenapa ngga biarin gue pindah dari kemarin kemarin aja. Ngapian nahan nahan gue trus akhirnya gue diusir juga. Gue langsung diam tanpa kata ketika gue diusir. Gue mau jelasin semuanya kalo dia salah paham kemarin. Tapi ya sudahlah...

Gue Langsung Nelpon Aminah, dan Alhamdulillah dia mau menapung gue di Apartmentnya. Untunglah dia baru aja Rent Apartment dan dia sendiri yang jadi Landlordnya. Gue langsung request uber dan angkut semua barang gue ke Apartment Aminah.

Padahal gue udah gembira banget bakal dapat akomodasi gratis sampai visa gue abis, bakal bisa save money tanpa harus bayar akomodasi lagi. tapi ternyata gue belon beruntung.

Thank you very much David for your kindness, i really appreciate your help.