Sunday, December 18, 2016

The Good Heart of Iranian

Diundang makan dirumah Tabrizi
Menurut gue Iran adalah salah satu negara yang penduduknya baik banget terhadap traveler. Ketika gue di Isfahan numpang nge-charge ponsel di Terminal Kaveh. Banyak yang ngajak gue ngobrol. Nanya nanya where are you from abis itu ngajak foto bareng. Seneng banget berasa jadi Artes, xixixi... Ada juga yang tiba tiba nawarin gue cemilan dan minuman ketika diterminal Isfahan, trus gue ditanyain ngapain di Iran dan ditutup dengan selfi bareng.

Ketika numpang ngecharge di Fastfood resto terminal Azadi Tehran. Gue yang cuman duduk ngga makan apa apa. Tiba tiba datang seorang pemuda Iran. Rotinya dibagi dua. Roti di Iran itu Porsinya gede banget loh panjangnya hampir 30cm. Sepotong rotinya dibagi ke gue. Dan baiknya lagi gue dibeliin minuman.

Gue suka banget makan cake dan gue suka banget kue kue manis di Iran. Sewaktu di Tabriz gue masuk ke toko kue. Sewaktu gue bertanya harga cakenya, Penjualnya ngomong "It's free." Dalam hati gue pasti nih orang ngga bisa bahasa Inggris. Gue nunjuk tiga cake untuk gue beli. Ketika gue mau bayar di Kasir, "How much?" dan petugasnya ngomong lagi. "It's free. It's free for the tourist because you are our guest." "Merci..." Gue ngga ngerti kenapa bisa gratis, sewaktu gue di Tabriz bertapatan dengan hari Tasua dan Asyura. Bisa jadi gratis karena moment Tasua dan Asyura.

Di hari tasua dan Asyura akan banyak pertunjukan menarik. Hari tasua di Tabriz gue menonton ritual Tasua di Grand Bazar Tabriz. Saat menonton ritualnya tiba tiba pemuda yang berada di dekat gue ngajak ngobrol dan menawarkan teh dan cake yang memang disediakan buat pengunjung ritual tasua. Setelah menghabiskan teh dan cakenya dia menawarkan dirinya untuk menemani gue keliling sekitar Grand Bazar. Kami berkiling Bazar dan mengunjungi dua Masjid di sekitar Grand Bazaar. 

Setelah capek berkeliling grand bazar, dia mengundang gue jalan jalan ke rumahnya. Dia baik banget ya. Dirumahnya gue bertemu ayahnya. Dan ayahnya langsung menjamu gue dengan roti, selai, timun kecil, dan teh. Baby cucumbernya dicocol ke garam dulu sebelum dimakan.

Biasanya banyak yang mudik saat peringatan Asyura. Dan menurut gue Asyura itu seperti hari lebaran di Tabriz. Saat hari Asyura toko toko pada tutup. Di rumah teman gue. Gue cuman bertemu ayahnya karena ibunya lagi mudik. Saking baiknya. Ayah teman gue ngajak gue nginap karena masih ada kamar kosong dirumahnya. Apalagi rumahnya gede banget, tiga lantai tapi hanya dihuni dua orang saat gue datang bertamu.

Visa Armenia gue akhirnya granted sewaktu gue di Tabriz. Sewaktu gue nyari tempat buat print gue bertanya ke seorang pemuda di jalan. Karena dia ngga bisa english. Gue pake google translate. Setelah memperlihatkan terjemahan English ke Persia. Dia langsung menemani gue nyari tempat buat ngeprint dan hebatnya lagi dia membayar biaya print gue. Merci :)

Sewaktu di Iran tiba tiba ada temen yang ngirimin gue pesan. Meminta gue berhati-hati terhadap Syiah Iran. But i found no problem with them. Even they helped me many times. Gue shalat di Masjid Syiah dan Alhamdulillah ngga ada masalah. Yang pasti gue shalat sendiri, ngga mengikuti shalat mereka. 

I love Iran, The people make Iran Beautiful <3