Showing posts with label WHV Australia. Show all posts
Showing posts with label WHV Australia. Show all posts

Tuesday, August 16, 2016

The Cursed of Working Holiday Visa Holder


Gue punya teman anak WHV juga yang hidupnya terkutuk banget. Berkali kali kejadian sial menimpa hidupnya selama WHV.

Setelah apply kerjaan lewat gumtree, keesokan harinya, orang yang akan menghire dia menelpon. Calon bossnya nanyain punya mobil ngga? Dan Bohonglah dia. Dia mengatakan punya mobil. karena dia takut kalo bilang no bakal ditolak bekerja. Gara gara dia bilang punya mobil akhirnya calon bossnya itu langsung memanggil dia untuk datang bekerja hari itu juga. Dan Akhirnya dia naik Taxi. Bayar 50 AUD. Sialnya lagi ternyata lokasi kerjanya ngga dilalui bus ataupun train di Perth. Masa dia harus naik Taxi tiap hari, bisa Bangkrut, walaupun rate per hournya gede sih 25 AUD/ Hour. Setelah jujur ke Bosnya kalo dia ngga punya mobil, akhirnya bossnya tetap nerima dia dan bahkan bossnya mau jemput dan drop dia di train atau bus stop.

MInggu kedua di Perth, Tas dia di Hostel penuh bahan bahan makanan hilang, dicolong orang dan ngga tau siapa yang ngambil. Buat yang tinggal hostel hati hati naruh barang, makanan aja dicolong orang.

Minggu ke Tiga di Perth temen gue ini kecelakaan di tempat kerja, nyaris buta, untung yang luka alis dia, dan lukanya harus dijahit, selain luka luka screen iphone dia retak pula. Teman gue ini kerja masang paving block. semacam kuli bangunan lah.

Minggu ke Empat di Perth kejadian sial masih menghampiri hidupnya, Kartu Transperth yang baru dia Isi 50 AUD tercecer alias hilang. Gue udah bantuin nyari di sekitar train station, dan jalan jalan yang dia lewatin dari hostel ke Train station tapi ngga nemu juga. Buat yang pakai kartu transperth ada baiknya kartu kamu di Registrasi. kalo kartu hilang bisa dilapor dan duitnya bisa kembali lagi. Selama ngga dipake pake orang. Jadi setelah hilang harus segera dilapor. Tapi kalo kartu belum di registrasi di lapor sampe kiamatpun duit dalam kartu ngga bakalan kembali, kecuali lu menemukan kartunya.

Kemudian dia curhat ke Gue kalo kejadian sial masih terjadi juga ke dia, Dia bakal stop WHV balik ke negara dia. kebetulan dia Moslem. Jadi gue tanyain "Lu ngasih sedekah ngga ke Masjid?" Dan dia bilang setiap jumat dia selalu sedekah kok.

Kejadian sial berikutnya, Dia meminjamkan sepeda ke temannya. Sialnya temannya meninggalkan sepeda dalam keadaan ban bocor dan ditinggal gitu aja. Dia pula yang harus ambil sepeda itu, tapi teman gue gak pusing dengan sepeda itu, tapi gue aja yang jengkel, abis temennya yang pinjam ngga bertanggung jawab banget.

Dua bulan kemudian. Dia meminta gue mengambil bolanya. gue melempar bola dari balkon apartmen lantai tiga, sialnya gue ngga liat dia lagi nelpon. waktu gue lempar bola ke bawah, bola tepat jatuh ke kepala dia dan Iphonenya terjatuh ke jalan, menambah retak screen ampe kacanya mengelupas, dia marah marah dan menyuruh gue ganti iphone dia. Hahahaha orang gila!!!! Mana mau gue....

Kejadian sial dia yang paling terakhir sebelum dia mengakhiri WHVnya adalah gue menjadi rommatenya, lol, 

Please forgive me mate :)

Saturday, July 16, 2016

My Rooms during Work and Holiday in Australia

Kamar yang paling banyak kenangannya selama gue di Australia
Selama WHV gue berkali kali pindah flat. Di Melbourne tinggal di Dua Flat. Sedangkan di Perth gue sampai enam kali pindah flat.

Pertama kali nyampe Australia, tepatnya di Melbourne gue Tinggal di Little Lonsdale Street. Numpang gratis di kamar temen. rencananya tinggal dua minggu, tapi karena ngga nyaman, mau keluar masuk flat susah bener kalo ngga ada kunci. Akhirnya stay lima hari aja.


Dari Lt. Lonsdale gue pindah ke La Trobe St. Lokasinya bagus banget, ke Melbourne Central ngesot 5-10 menit aja. Satu Flat ada dua kamar tapi Penghuninya 12 orang. Tiap kamar 4 orang plus di Living room 4 orang. Gue tidur di living room. Pertama kali gue tidur di bunkbed. Hari itu gue sial banget. dapet roommate yang bau dan snooringnya gila. ampe ranjang bergetar dan gue ngga bisa tidur. $100/week All bills included.


Sewaktu di Melbourne gue penasaran gimana typical Australian House. Dan beneran di Western Australia gue tinggal di rumah keluarga Australia di Daerah Huntingdale. Runahnya besar banget. Pemiliknya Orang Indonesia yang bersuamikan Ozzie. Kekurangannya harga mahal banget $150/week All bill included, sekamar bertiga (Gue dapet bunkbed lagi) dan jauh banget dari city. Ke City naik public transport bisa ampe sejam stengah and it cost almost $8 for return. Makan di Masakin dan bisa makan sepuasnya. Karena gue merasa kemahalan dan jauh dari tempat kerja akhirnya pindah.


Gue pindah ke East Victoria Park in Sheparton Road, pindah kesini karena dekat dari tempat kerja di Victoria Park. Rumahnya udah tua. Serumah isinya korea semua. Landlord gue Tiling student. Orangnya baik tapi kadang kadang menyebalkan. Suasana rumahnya tenang banget. Beda banget dengan suasana waktu sekamar orang orang Pernacis di Apartmen Joseph di Melbourne. Hobinya party datang ke rumah ngumpul ampe tengah malam, puter music yang kenceng sambil ngebeer.

Gue sekamar ama landlord gue. sekamar dua orang aja paling ideal menurut gue. kalo malam dia menerima telpon dia akan minta maaf ke gue sebelum ngangkat telponnya. Takut mengganggu gue. bangun tidur gue harus mengendap endap. Karena dia kdang sensitif banget. Saat gue buka lemari ambil baju dan memakainya kadang dia terbangun dan pernah suatu hari saat gue kasak kusuk ambil baju dan memakainya terburu buru karena takut telat berangkat kerja, dia terbangun dan tiba tiba dia meninju dinding. padahal gue udah berusaha setenang mungkin ngga mengeluarkan suara. Rentnya terbilang murah $110/week included all bills dan termasuk gratis Nasi dari Landlord tinggal masak lauknya doang. Gue bertahan sebulan aja disini.

Setelah kerja di Crown Metropol rutin gue tiap hari, Rumah - Crown - Perth Mosque - Crown.(kadang kadang mampir numpang dinner) - rumah. Setelah gue pikir pikir kayaknya lebih irit dan lebih efisien kalo gue tinggalnya di city. Tepat di belakang Perth Mosque ada flat kosong. Kamarnya ada tiga 400/week kalo se flat berlima aja udah bisa murah banget kenanya. Sayangnya flatnya unfurnished alias kosong melompomg. Tapi Imam Masjid mau membantu kami menyumbang beberapa perabotan kalo misalnya tinggal di flat itu. So far Yang mau tinggal di flat itu udah 5 orang, Gue, Tarik, Osman, Mounir, dan Dawood. Tapi ternyata untuk tinggal disana ngga gampang. Harus apply dan di interview dulu dengan Agency yang menyewakan flat itu. Pertama Tarik yang apply, di tolak, kemudian Osman dan Mounir applikasinya juga ditolak. Belakangan muncul kabar kalo agencynya ngga senang ama Moslem.


Lucky me. Gue nemu Iklan on Gumtree.com. Apartmennya bagus, ada gym, sauna, dan pool. Lokasi di Hay St, East Perth. Sekamar berdua aja. $125/week, lokasi strategis banget buat gue. Ke Crown naik bis 30 menit, naik sepeda 20 menit, jalan kaki 40 menit.Mau ke city center bisnya gratis dan banyak. ke Perth Mosqu Ngga usah mengeluarkan duit lagi buat naik bis. Awalnya semua berjalan asyik di Apartmen ini. Belakangan gue bermasalah ama roommate gue. Gara gara kebodohan dan keisengan gue. Hal yang ngga gue sangka sangka bakal terjadi. Karena masalahnya berat akhirnya gue pindah flat. 


Masalah yang terjadi di flat sebelumnya bener bener mengguncang semangat kerjaku. Gue jadi kurang semangat bekerja, kesehatan sempat drop, pernah pengen pulang ke Indonesia dan pengen pindah state padahal waktu itu visa gue tinggal tiga bulan doang. Beruntung ada teman gue yang mau nampung di Apartmentnya dua minggu. Gue harus bayar $100/week plus biaya makan kalo ikut makan bareng mereka di Apartment. Masalah di flat sebelumnya juga membuat batin gue tersiksa dan gue berusaha melupakan masalah masalah di flat sebelumnya. Dan udah dua minggu gue belon nemu apartment baru. Gue minta waktu seminggu lagi untuk mencari roomshare baru. Tapi mereka ngga bisa nampung gue lagi. Waktu itu gue belon pulih bener, rasanya gue pengen nangis aja. Padahal gue lagi butuh dukungan untuk membangun kembali semangat kerja gue.


Akhirnya gue kembali membuka gumtree.com, perthbackper dan flatmates.com Semua teman teman gue tanyain kalo ada info roomshare bisa kabarin ke gue. Dan lagi lagi ada teman yang membantu gue. Teman belajar ngaji gue di Perth Mosque. Dia mau menampung gue di kamarnya. Jadi waktu itu perjanjiannya gue nginap dua tiga hari di kamarnya dan sewa kamar yang lain di rumah itu. Tapi kemudian temen gue  yang baik banget itu ngomong "visamu kan tinggal 10 minggu lagi, lebih baik kamu ngga usah sewa kamar. tinggal aja di kamar gue GRATIS! dengan syarat kamu harus jadi penghuni gelap dirumah ini." Jadi gue ngga bisa ketahuan orang orang dirumah kalo gue tinggal bersama temen gue. Dan akhirnya gue pulang pas malam aja dan keluar pagi banget. Beruntung gue kerjanya pagi banget. Abis kerja nonkrong di Masjid ampe Isha. Abis Isha baru pulang dan nyampe rumah udah jam 10 malem, kalo rumah masih rame gue masuknya lewat jendela, udah kayak maling aja. Gue bertahan 5 minggu doang. Temen gue mau nampung satu orang lagi di kamarnya saking baiknya. Karena ngga setuju akhirnya gue pindah.


Lima minggu terakhir WHV gue tinggal di Apartmen sahabat gue. Masih di daerah city, di East perth. Dua kamar doang tapi kami tinggalnya ber enam. Gue tidur di ruang tamu. Lima minggu gue bayar $400 include all bills.


Rata rata roomshare di sekitar Perth minimum staynya 4 Minggu. Bayar two weeks bond (semacam uang jaminan) dan bayar rent per week or per two weeks. kalo mau pindah harus two weeks notice. Kalo pindah mendadak siap siap aja bond kamu ngga dikembaliin atau kamu merusak barang di apartmen bond kamu akan dipotong. Kalo rent apartment tidak termasuk bill (listrik dan air) biasanya akan dipotong dari bond kamu pada saat kamu akan pindah. 


Biasanya foto di Iklan selalu berbeda dengan kenyataan. Gue pernah liat gambar iklannya bagus banget. Pas gue inspect ternyata rumahnya udah tua banget jauh banget dari gambar. Tanyakan ke Landlornya berapa total yang tinggal di flat atau apartmen. Gak mau kan kamu udah buru buru tapi masih harus antri masuk toilet dan masih harus ngantri buat make dapur.


Biasanya makin rame sekamar, makin murah rentnya. Jadi kalo nemu iklan yang rentnya murah dan lokasinya di city biasanya sekamar ada empat orang. Makin jauh dari city alias di Suburb biasanya biaya rentnya makin murah.


cari roomshare disini:

https://flatmates.com.au/
http://www.gumtree.com.au/s-flatshare-houseshare/sydney-city-sydney/
Gabung di FB Backpacker: https://web.facebook.com/groups/PerthBackpacker/

Kamu bisa juga rent langsung apartment. Apartment di sekitar Perth dua kamar biasanya $420-500/week. Cari yang fully furnished jadi kamu tinggal bawa diri dan barang kamu. kalo unfurnished. Flatnya kosong melompong, gak ada kasur dll. Cuman kalo rent langsung minimum staynya rata rata 6 bulan atau setahun dan mereka akan meminta bank statement buat make sure kamu punya cukup uang buat rent flatnya. Kalo rent apartmen langsung biasanya bondnya ribuan dollar. Kalo mau rent flat bisa cari disini  https://www.realestate.com.au/rent


Semoga kalian mendapatkan roomshare yang menyenangkan :)


Tuesday, July 5, 2016

Pertengkaran Hebat Part 2




Karena ngga tidur semalaman gue nelpon tempat gue kerja, gue izin ngga masuk kerja. Sekalian menyelesaikan masalah gue dengan David dan Francis. Hari itu Francis lagi kerja ngantar daging, jadi kami menunggu dia di Perth Mosque. Setelah shalat dzuhur akhirnya dia datang juga. Gue jelasin kalau sebaiknya yang tinggal di kamar David satu orang aja. Dan gue ngga masalah kalau harus pindah. Apalagi dia udah diperkanalkan ke Landlord David yang akan menggantikan dia. Tapi Francis juga mengalah. Dia bilang gue aja yang tinggal di kamar David. Akhirnya diputuskan gue yang bakal tinggal di kamar David.

Setelah itu gue berpisah dengan David. Dia pengen main ke rumah temannya. Katanya telpon aja setelah maghrib kalo mau pulang ke rumah. Kemudia gue main ke Apartmen sahabat gue Aminah. Nunggu disana ampe Maghrib. Maghrib gue telpon ngga dijawab. berkali kali telpon ngga ada jawaban. Abis Isha nelpon masih ngga dijawab. Jam 9 gue telpon ngga jawab, jam 10 ngga dijawab lagi. Akhirnya gue khawatir ini orang baik baik saja ngga sih? Karena gue udah ngga masuk kerja hari ini. Gue ngga mungkin ngga masuk kerja lagi besoknya. Gue minta Aminah nemenin gue ke Rumah David. Mau ngambil pakaian kerja gue. Kalo misalnya David ngga ada dirumah gue bakal ngomong ama landlordnya minta Izin mau ngambil barang di kamar David.

Pas nyampe rumah David. Gue ngintip di Jendela. Dan dia ternyata tidur. gue telpon terhubung tapi hapenya ngga bunyi. Sepertinya di Silent. Gue tib tiba terbawa emosi. Gue langsung masuk lewat Jendela. Gue bangunin David. Gue bilang My friend is waiting for me outside. Dan David yang baru bangun,salah tangkap dia mikir gue mau pindah. Dia mengangkut semua barang gue. I told him that i still want to stay in his room. I just want to take my work uniform, Karena gue mau nginap di Apartmen Aminah. David keliatan emosi dan gue juga emosi. Gue ngomong ke David, "I'll call you tomorrow." Dan gue ke Apartment Aminah.

Selesai kerja gue langsung telpon David. Dia bilang ke rumah aja. Gue buru buru ke coles. Beli Ice cream, mau ngasih dia sebagai permintaan maaf gue. Karena dia doyan banget Ice cream. Sampai rumah. ternyata dia sudah membereskan semua barang barang gue. He told me that i can take all my stuff. Hiks... Dia ngusir gue.  Rasanya ngga enak banget, kenapa ngga biarin gue pindah dari kemarin kemarin aja. Ngapian nahan nahan gue trus akhirnya gue diusir juga. Gue langsung diam tanpa kata ketika gue diusir. Gue mau jelasin semuanya kalo dia salah paham kemarin. Tapi ya sudahlah...

Gue Langsung Nelpon Aminah, dan Alhamdulillah dia mau menapung gue di Apartmentnya. Untunglah dia baru aja Rent Apartment dan dia sendiri yang jadi Landlordnya. Gue langsung request uber dan angkut semua barang gue ke Apartment Aminah.

Padahal gue udah gembira banget bakal dapat akomodasi gratis sampai visa gue abis, bakal bisa save money tanpa harus bayar akomodasi lagi. tapi ternyata gue belon beruntung.

Thank you very much David for your kindness, i really appreciate your help.

Sunday, May 8, 2016

Emulsifiers 471



Tiba tiba kang Arman sms gue, nanya kabar kok gue jarang muncul di Perth Mosue. Sebenarnya gue rajin ke Masjid. Cuman kang Arman ke Perth Mosque biasanya setiap hari selasa dan hari Jumat. Hari selasa dan hari jumat merupakan hari meeting para jamaah. Jadi Setiap masjid yang ada disekitar perth akan mengirimkan perwakilan untuk ikut gathering setiap hari Selasa dan Jumat. Hari jumat biasanya lebih ramai dan Setelah Maghrib atau setelah Isha biasanya ada ceramah untuk menambah wawasan ke-Islaman kita. Kadang kadang ada makan malam bersama. Lumayan makan gratis, makanannya udah pasti halal dong! Hari jumat juga merupakan hari Itikaf. Jadi bakal banyak yang nginap di Masjid hari jumat. Siapa aja boleh nginap di Masjid. Yang penting kamu bawa sleeping bag atau selimut.

Sebenanrnya gue rajin ke Masjid. Cuman kadang kalo hari Jumat karena gue libur gue kadang expolore masjid masjid baru. Mumpung jumat gue day off. Gue usahain setiap jumat gue shalat jumat dan mengunjungi masjid baru. Jadi bisa dibilang hampir semua masjid disekitar Perth udah khatam, udah gue kunjungi :)

Dan gara gara ngga shalat di Perth Mosque kalo hari Jumat, kang Arman mikirnya gue jarang ke Masjid lagi.

Hari itu kang Arman ngajakin khuruj tiga hari di Wireless hill park dan itikaf di Rivervale Mosque. Gue iyain tapi gue ikut dua hari aja karena gue ada kerja hari Sabtu. Gue ajak John dan Argasmo dan mereka sepakat untuk ikut. Kalo ada temen kan lumayan asik, ada temen ngobrol kalo lagi bete. Yang ikut khuruj ada mahasiswa Curtin, Mahasiswa ECU dan Medical student UWA plus seorang dokter dari UK. Lumayan buat nambah jaringan gue,

Ketika akan lunch, kang Arman minta tolong ke medical student UWA, minta dibeliin roti tawar, yang halal, kata kang Arman check komposisinya kalo ada emulsifier 471 jangan diambil. Emulsifier 471 ternyata mengandung lemak babi. Kata kang Arman lagi, pilih yang vegetable emulsifier. kalo yg vegetable emulsifier itu halal.

Dan ternyata roti roti yang gue makan selama ini ngga halal :(

Tuesday, April 19, 2016

Pertengkaran Hebat




Setelah lima minggu gue jadi penghuni gelap di kamar David. David ngomong akan roadtrip ke utara selama 40 hari. Dia bilang selama dia pergi gue boleh tinggal dikamar dia for free. Tentunya gue senang banget dong. Tapi ternyata dia mengajak orang lain lagi untuk tinggal di kamar dia bersama gue. Sialnya dia udah diperkenalkan David ke landlornya, kalo dia yang akan menggantikan dia selama dia roadtrip. Artinya gue yang harus ngumpet setiap masuk rumah dong. Lima minggu ngumpet itu udah cukup buat gue.

Malam itu gue bertengkar hebat dengan David. Dia ngga pernah ngomong sebelumnya kalo dia akan mengajak seorang lagi untuk tinggal di kamar dia. Gue shock banget dong pas tau. Malamnya gue suruh dia milih. Milih gue atau Francis tinggal di kamar dia. Gue udah ngerasain gimana ngga enaknya main petak umpet dirumah itu. Gimana kalo landlornya tau kalo di kamar itu yang tinggal ada dua orang, pasti bakal ribet banget apalagi kami berdua cuman numpang selama David ngga ada. Tapi David pengennya gue tetep tinggal dikamarnya selama dia pergi.

Bertengkar tengah malam mbkin tetangga kamar jadi bangun. Ada tetangga kamar David yang ngetuk pintu. Gue dan David langsung diam. Gue liat jam di ponsel gue udah jam tiga pagi. Akhirnya gue nyerah. Gue bakal pindah aja. Apalagi Francis udah dikenalkan ke landlordnya. Tapi David tetap ngotot biar gue tetap stay dikamar dia selama pergi. 

Esok paginya gue packing semua barang gue. David masih berkeras gue tetap stay dikamar dia bersama Francis. Tapi gue tetap packing. Tiba tiba David memeluk kaki gue. memohon agar gue tetap stay di kamar dia. 

Setelah packing. gue ngomong ke David, sebaiknya kita bertemu Francis, ngomong masalah ini. Gue gak masalah pindah. Menurut gue Idealnya kamar ini hanya buat satu orang aja. Apalagi gue udah merasakan gimana rasanya jadi penghuni gelap dirumah ini. Ngga enak banget rasanya. Mau masuk dan keluar rumah susahnya minta ampun, kadang udah kayak maling, masuk lewat jendela. Mau ke toilet kadang harus gue tahan, karena penghuni rumah masih berkeliaran di kitchen. David menawarkan gimana kalo Francis yang jadi penghuni gelap. Gue jadi penghuni resmi. Tapi gue tetap ngotot, kamarnya buat satu orang aja. 

Gue atau Francis?

to be continued...


Sunday, April 10, 2016

The Holiday Part of My Work and Holiday in Australia

Nice place to enjoy the best view of Sydney Harbor Bridge


Tiga bulan sebelum WHV gue habis. Gue sempat pengen pindah state. Pengen pindah ke Sydney. Apalagi gue merasa tertekan banget dengan beberapa kejadian sial yang menimpa gue. Gue mulai mengajak sahabat gue Aminah, ngajak dia pindah ke Sydney. Tapi dia ngga suka kota besar. Akhirnya gue mengurungkan niat gue untuk pindah. dan Gue memutuskan bakal ke Sydney seminggu sebelum visa gue berakhir. Gue merasa ngga afdol ke Australia tanpa mengunjungi Sydney.

Sebelum pulang ke Indonesia, gue disibukkan dengan barang barang gue. Rasanya sayang banget kalo gue tinggal gitu aja. Pengen gue cargo tapi mahal, kata temen gue $5/kg ke Makassar belum biaya adiministrasi sekitar $30 something. Dua minggu sebelum balik Indonesia. Gue udah packing semua barang barang gue. Gue harus tahu total berat bawaan gue. Kalo banyak bakal gue cargo. kalo dikit aja. Bakal gue bawa sendiri aja.

Setelah dibantu Aminah mengemas barang gue. Total berat bawaan gue sekitar 40kg. Karena gue udah beli tiket Tiger Perth-Sydney dan Garuda Sydney-Denpasar. Rasanya kalo gue bawa sendiri bakal lebih murah. Apalagi gue naik garuda free bagasinya ada 30kg sayang banget kalo ngga dipake. Akhirnya gue memilih membawa barang gue sendiri ketimbang mengirim lewat cargo yang mahal dan nyampenya sekitar sebulanan.

Jadi barang gue ada tiga item, Luggage super heavy 30kg, backpack and hand carry 10kg. Yang masuk bagasi Luggage doang, yang lainnya masuk cabin. Dan untung lolos masuk cabin. Alhamdulillah.

Sesampainya di Sydney gue pusing sendiri. Gue seret kopor gue naik turun tangga dan berat banget. Akhirnya gue kepikiran buat nitip di Bandara. Nitip 5 hari dua item harganya $80. Ngga jadi, Mahal banget!

Gue ngecheck couch request gue. Semuanya declined! Hiks. Akhirnya gue duduk di Airport lama banget, gue belon book hostel. dan pusing mau kemana. Gue mulai browsing. Cari hostel yang murah dan dekat train station. Dan Akhirnya gue memilih Hostel cabe biru. Jadi ingat cabe cabean di Indonesia, xixixi...

My room in Cabe biru
Gue booked semalam aja, sambil mengunjungi hostel hostel yang lain. Kalo ngga betah gue pindah ke hostel lain aja. Dan beneran Besoknya gue pindah hostel lain. Nginap semalam doang hari berikutnya udah full booked. Dan Setelah itu gue Balik lagi ke Hostel cabe biru. Setelah gue pikir pikir hostel cabe biru lebih Asyik, lebih tenang, roommate gue friendly banget, dua orang france dan seorang Israel. Udah gitu udah include breakfast, Cereal, milk, bread and boiled eggs. Cuman lokasinya agak jauh dari CBD. Jalan kaki 30 menit. kalo mau cepet naik train. Hostel yang satunya di CBD sih, tapi sekamar 5 bunkbed which is 10 people. Panas dan pengab banget, dan sialnya ranjang sebelah gue sempat sempatnya bercinta, Gue jadi ngga bisa tidur malam itu.

My roommate in Cabe Biru

Sydney opera house salah satu must visit gue, tempatnya ternyata asyik, apalagi banyak cafe sangat asyik untuk duduk santai menyeruput ice coffee sambil menikmati view harbor bridge, Sydney opera house dan melihat orang yang lalu lalang.



Bondi beach adalah salah satu fovarite gue. Jangan lupa jalan kaki menuju Coogee. View Bondi coogee walk bener bener keren. Rasanya gue pengen tinggal di Bondi beach. Tempatnya awesome banget. Hari itu gue pengen ke Manly beach. Dari Bondi gue langsung ke Watson bay, pengen naik Fery. Udah ngantri panjang banget mo naik Ferry pas tap oval di mesin tapnya tertulis not valid card. gue tap lagi masih tertulis gitu. Padahal gue udah gratis tap tap kemana aja. tp kok gak bisa naik ferry? Dan akhirnya gue memilih pulang aja.

Bondi to Coogee walk


Bosan dengan pantai biasa gue browsing dan nemu ada nudist beach. Dan akhirnya gue memutuskan mengunjungi pantai itu. Pantainya sih biasa aja. Tapi pengunjungnya naked semua kecuali gue. Rencana gue cuman mau duduk topless dibawah pohon. Tapi cuaca waktu itu dingin, belum buka baju gue udah kedinginan akhirnya gue duduk dan tetap memakai pakaian lengkap. 

Nudist Beach


Dan gue menutup holiday gue dengan mengunjungi Masjid, my favorite places, tempat yang selalu membuat gue tenang dan damai. Gue mengunjungi Surrey Hill Mosque, and My Favorite Auburn Mosque. The Biggest mosque i have visited in Australia. Dan sekitar masjid, banyak restaurant halal juga. Alhamdulillah...


And I love Sydney
...
...
...




Saturday, February 13, 2016

Manusia Haram



Dulu gue pernah punya roommate, seorang muslim yang strict banget. apa apa selalu haram. dia anak WHV Arab (Emang ada ya? ADA!!!!) Alim banget alias rajin banget shalat. setiap selesai shalat Isha gue biasanya dzikir, lanjut do'a dan tidur, sedangkan roommate gue lanjut whitir. Anehnya yang gue tangkap dari dia whitir itu bukan shalat sunnah, tapi seperti shalat wajib. karena kadang ngajak gue whitir kalo udah shalat Isha, kadang sampe maksa maksa gue. Tapi gue pasti langsung tidur saat dia udah shalat whitir.

Photo juga katanya haram, mau photo bareng aja susahnya minta ampun. Hari itu sahabat gue Ana Ulang Tahun, Udah print kertas bertuliskan happy birthday trus mau foto bareng ama dia dan katanya Photo is haram. Preeeet.....

Kalo bunyiin music dikamar pasti nyuruh gue pake earphone, atau dia bakal ngomong "Stop your haram music." wew....

Pernah suatu hari gue nonton video clip music di youtube dan gue tinggalin laptop gue. Gue ke toilet bentar. Nyampe depan laptop gue, videonya berubah jadi orang ngaji, Masha Allah... Dia ngerubah ternyata.

Tetangga apartment pernah ngasih gue Nasi kari ayam dari tempat kerjanya, rencananya gue pengen makan nasinya aja, dan kemudian roommate gue itu ngomong, "It is haram, the chicken already contaminated the rice." dan akhirnya gak gue makan.

Sahabat gue Ana biasa gue telpon sebelum gue tidur, waktu itu dia disamping gue dan pengen ngomong ke Ana, gue kasihlah hape gue ke dia dan tau ngga dia ngomong apa ke Ana "It is haram man and woman talking" and Then Ana said "But now you are talking with woman." Dan kemudian dia ngakak sendiri...

Walaupun kadang kadang dia menyebalkan, tapi sebenarnya dia itu baik kok.

He is my Guardian Angel.

Saturday, February 6, 2016

Penghuni Gelap



Setelah berdrama drama ria dengan roommate gue di hay street, akhirnya gue pindah sebelum waktunya.  Beruntung ada teman yang nawarin gue pindah ke Flatnya seminggu $100 perweek, gue dikasih waktu selama dua minggu untuk menemukan room baru.  Waktu berlalu dan gue belon menemukan room baru, gue masih proses recovery, drama dengan roommate gue itu betul betul menguras fisik dan mental gue.  Gue minta waktu seminggu lagi untuk tinggal di Flat teman gue, tapi mereka keukeuh ngga mau. Pengen nangis rasanya :/

Akhirnya gue membuka gumtree.com dan menghubungi semua teman gue. Beruntung ada teman gue di Masjid yang mau membantu gue cari room baru. Tapi dia lagi ikutan Jamaah Tabligh selama tiga hari di Turkish Mosque.  Karena gue udah harus angkat kaki dari flat teman gue, Akhirnya Gue nginap di Turkish Mosque. Sebenarnya gak boleh nginap di Masjid gitu aja. Beruntung lagi, gue sering ke Masjid. Salah satu pengurus Masjid Turkish Mosque kenal gue dan  Gue dapat izin nginap di Turkish Mosque selama dua malam. Sampai kegiatan tabligh teman gue selesai juga.

Rencana teman gue, gue nginap di kamarnya selama 3-5 hari, sampai gue dapat kamar baru. Sebenarnya ada kamar kosong rumah teman gue. Tapi teman gue mikir dan ngomong ke gue “Better you stay in my room, so you can save your money. No need to pay rent.” Akhirnya gue tinggal sementara di kamar temen gue itu.

Tinggal di kamar temen gue itu gratis sih. Tapi sebenernya gue illegal tinggal disana. Jadi gue ngga bisa ketahuan sama orang orang dirumah itu. ‘Kata temen gue, It will be not fair if people know you live here and you didn’t pay rent. So better they don’t know.”

Akhirnya gue main petak umpet di rumah itu. Mau masuk rumah, gue harus nelpon teman gue dulu, dan dia bakal make sure semua jalan yang gue laluin gak ada orang yang liat gue. Paling susah kalo mau ke Toilet, karena gue harus nahan dan nunggu sampe gak ada orang. Trus selesai di toilet gue nelpon teman gue lagi. Dan dia bakal ngetok pintu toilet pertanda dia datang jemput gue.

Masalah kedua adalah masalah makan. Jadi gue beli bahan bahan makanan, temen gue yang masak dan cuci piring, karena ngga mungkin gue ke dapur buat cuci piring. Hahahaha Berasa jadi Raja ya…
Untunglah jam kerja gue pagi banget. Jadi gue bisa keluar rumah dengan aman, karena semua orang masih tidur. Selesai kerja gue muter muter city nunggu waktu Maghrib, kalo bosen gue tiduran di Masjid. Gue pulang ke rumah temen gue setelah Maghrib atau Isha. Summer time Isha Pray jam  9.10pm jadi biasanya gue nyampe rumah jam 10 atau 10.30 malem. Makan trus tidur, bangun pagi banget, dan kerja, udah gitu aja rutin tiap hari gue.

Gue benar benar menikmati main petak umpet dirumah teman gue, deg degan saat dalam toilet, takut keluar toilet diliat housemate yang lain, di kamar gue harus ngomong bisik bisik ke teman gue. Kadang gue harus masuk rumah lewat jendela, masuk lewat jendela selalu bikin gue deg degan, gimana kalo ada yang liat gue dan mengira gue maling kan gak lucu banget.
Ternyata jadi penghuni gelap itu seru banget buat gue, Benar benar memicu adrenalin gue.

And Everything comes with a price.


Monday, January 25, 2016

Enaknya Jadi Citizen di Australia



Teman gue citizen di Australia cerita kalo dia dapet duit dari pemerintah Oz tiap dua minggu almost $450. Katanya kalo kamu pengangguran dan butuh banget duit buat hidup, kamu tinggal ke centerlink isi form yang banyaknya nauzubillah, isinya ampe berjam jam, abis itu kamu yakinin petugasnya kalo kamu benar benar pengangguran dan butuh duit buat hidup. Putugasnya juga bisa bantuin kamu buat cari kerja.

Selain dapat duit, bisa dapet concession juga, naik Transperth satu dollaran doang, enak banget kan!!!!

Yang gue suka lagi, semua kerjaan di Australia itu dianggap sama, orang gak akan mengunder estimate kamu gara gara kamu cuman tukang kosek kosek wc doang. Apalagi gaji kerjaan kasar dan kerjaan kantoran di Oz gak beda beda jauh. Bahkan kata teman gue, makin kasar kerjanya gajinya bisa makin tinggi. 

Teman gue kuli bangunan di Perth, gajinya $25/hour kerja 10 jam perhari, empat hari kerja udah $1000 aja. Tapi kerjaan kasar disini capeknya capek secapek capekya, habis kerja jadi pengen tidur aja bawaannya.

Baru baru ini gue ikutan Perth IJTIMA 2015 di Masjid Ibrahim. Semua Moslem yang ada di Western Australia bisa ikut kegiatan ini. Tujuan kegiatan ini. Untuk membangun dan memperkokoh keImanan kita, apalagi kita tinggal di negara liberal yang bebas seperti Australia tentulah godaan sangat tinggi. Kegiatannya berlangsung selama 4hari dari jumat sampai senin. 

Di Perth IJTIMA 2015 gue kenalan dengan orang Makassar yang udah jadi citizen di Australia. Keluarganya di Makassar bisa dibilang keluarga besar dan berada, someday dia liburan ke Makassar. keluarga besarnya bertanya kamu kerja apa di Australia? temen gue menjawab tukang cat alias painter. dan kemudian keluarganya menjawab "pekerjaan apa itu (yang nadanya seperti mengunder estimate kerjaan teman gue)"

Kalo kata gue don't tell them your job but told them your sallary, FYI gaji teman gue as a painter sekitar $30/hour apalagi kata teman gue Orang Oz (citizen) gak mau kerja kalo gajinya bukan $30-40/hour mungkin ini salah satu alasan kenapa mereka banyak menyerap tenaga kerja dari luar karena bisa dibayar lebih murah. Teman gue ini juga udah nyicil rumah, harga rumahnya sekitar $300,000, nyicilnya sampe 30 tahun. Rumahnya tiga kamar daerah Whelspool, Padahal jauh banget dari city, tapi harganya selangit, Padahal Australia ini luas banget, tapi kok harga tanahnya bisa mahal banget.  :/

Tapi tetap $15/hour masih tinggi untuk ukuran orang Indonesia. 

Dan visa gue bentar lagi abis...

Aku ingin tinggal seribu tahun lagi di Australia

Happy Australia Day Mate!

Thursday, January 14, 2016

Gardening and Landscaping Job

Halaman yang harus dibersihkan dan diratakan.


Setelah tukeran nomor hape dengan Mba Diah, Orang Indonesia yang menawari kerjaan waktu Farewell party mba Rhina, akhirnya dia menghubungi gue untuk kerja gardening di rumahnya. Untung rumahnya gak jauh dari tempat kejaku, jadi hari itu kelar keja langsung menuju rumahnya di daerah South Perth.


Sebelum sampe rumahnya sempat kesasar karena google map ngarahin tempat yang salah. huh! untung bos gue belon nyampe rumahnya. Jadi gue bisa istirahat bentar dulu. Setelah bos gue nyampe dia ngomong gue harus nunggu suamiya datang, sembari nunggu suaminya datang dia nyuruh gue cabutin tanaman liar yang tumbuh depan pagarnya.


Setelah suaminya datang suaminya langsung menjelaskan apa yang harus gue kerjain. So gue harus mencabut semua tumbuhan liar yang tumbuh di batako. Dengan menggunakan semacam sekop kecil saya mengeruk batakonya agar tanaman liarnya tercabut. Batakonya  mengelilingi rumah, dalam tiga jam gue udah harus selesai mencabut tanaman tanaman liar itu. Capek jongkok dan membungkuk aja sih. Ternyata gak sesulit bayangan gue.


Selesai kerja dia menawari gue kerjaan lagi di rumah baruya. Dia mengantar gue ke rumah barunya. Rumahnya masih dalam tahap pembangunan. Dalam mobilnya, on the way to his new home. Dia bertanya "What do you do here?" gue jawab, Houseman in a hotel. Part of housekeeping jobs. "Interesting!" Kata dia, Tapi dalam hati gue, kerjaan gue biasa aja deh, gak beda jauh ama cleaner, karena cleaning salah satu tugas gue, but i do love my job! Gue bertanya ke bos gue "Why do you build a new house? You already have a big house." and he replied "My kid wants a pool." Awesome answer, bangun rumah baru karena anaknya pengen kolam renang. What a great Father! Sayang anak banget, mungkin karena anak semata wayang :)


Setelah itu dia menjelaskan apa yang harus gue lakuin hari minggu nanti. Kebetulan hari minggu, gue off jadi bisa mulai kerja minggu jam 10 pagi.


Hari minggu itu, matahari bersinar dengan teriknya, Gue datang memakai sandal jepit, celana pendek dan baju kaos. Bos gue datang memberi glove dan kacamata hitam. Katanya kerja harus safety, tapi gue yang ngga biasa pake kacamata, akhirnya jadi aksesoris dikepala aja, pake kacamata bikin gue pusing dan gak bisa melihat jelas karena pendangan gue jadi gelap.

Kaca mata hitam pemberian Boss Gue


Mulailah gue bekerja, Gue harus membersihkan halaman belakang. pokoknya halaman belakang harusbersih dari apapun hanya tersisa pasir doang. Gue harus mengumpulkan sampah dan membawanya ke truck. Angkut sampah pake tangan karena dari halaman belakang menuju truck harus menaiki anak tangga. Bagian ini masih gampang. Setelah halaman bersih, kerjaan berikutnya meratakan tanahnya, Ini bagian tersulit buat gue. Pasir yang menggunung harus disekop dan ditaroh ke atas wheelbarrow kemudian ditumpahkan ke daerah cekungan. pokoknya harus datar. Gue ngos ngosan dorong wheelbarrownya karena tanahnya lembek.




Gak nyangka gue yang selalu ngeluh bisa penuhin trucknya, sampah sendirian
Tantangan berikutnya summer bikin temperatur jadi panas banget. Gue mandi keringat sampe gue jalan sempoyongan dan merasa oleng, kadang pandangan gue berkunang kunang saking capeknya ditambah panas terik matahari. Gue udah dibayar 6 jam kerja. Tapi udah 6 jam kerjaan gue belon kelar. Setelah 6 jam setengah mengangkut pasir belon rata juga. Gue give up. Gue langsung ke WC bersih bersih dan shalat dzuhur dan langsung kabur ke Victoria Park, makan enak di Restaurat, Makan nasi lemak plus Es Kelapa Muda. Langsung segar.....



Saking panasnya little lizard yang sembunyi dibawah jerami, langsung mati kepanasan saat gue ambil jeraminya, Sorry baby :(
Sampe rumah saat mandi gue perhatiin kaki gue belang gara gara kerja pake sandal jepit doang. Apalagi kerja disiang bolong, outdoor pula. Gak disediain makanan, Untung dikasih air mineral botolan,



Gara gara kerja pake sandal jepit doang, keliatan banget kalo kulit gue kebakar.
So far... Houseman in Crown Hotel is my best job, Kerjanya asyik, dapat sandwich sampai buah buahan, dan minuman dari susu sampe orange juice. Tinggal ambil di canteen, gratis gak perlu bayar.

Kapok kerja Outdoor!

Monday, January 11, 2016

Halal dan Haram






Selama tinggal di Austalia tentunya agak susah mendapatkan makanan Halal. Dulunya gue berprinsip yang penting bukan pork pasti bakal gue makan.

Tapi belakangan setelah gue rajin ke Masjid, gue baru ngeh kalo ternyata ayam dan daging yang selama ini gue makan ngga halal. Karena hewan tersebut ngga disembelih dengan
baca basmalah. Artinya gue sama aja dong makan pork. Gak ada bedanya, sama sama haram.

Setelah tahu kalau makanan tersebut ngga halal, gue mulai menghindari makanan tersebut. Gue cuman berani makan kalo yakin ayam atau dagingnya dibeli di halal butcher atau gue memilih ikan, seafood ataupun vegetarian food. Berani makan ayam dan daging kalo restaurantnya punya sertifikat halal. Biasanya halal restaurant akan memasang halal sign di Restaurannya lengkap dengan sertifikat halalnya.

Rasanya gue harus menulis ini, karena masih banyak yang salah kaprah masalah makanan halal. Pernah ketemu teman WHV Indonesia, ternyata dia juga ngga tau kalo ayam yang dia komsumsi selama ini bukan ayam halal. Setelah tau dia mulai mencari halal butcher. Setidaknya menghindari makanan yang tidak halal.

Beda dengan WHV Perancis yang aku temui di Masjid. Mereka yang udah terbiasa hidup di Perancis, yang pastinya kondisinya mirip mirip Australia. Mereka udah tau masalah ini, Dan kalo gue ajak makan diluar pasti mereka selalu make sure ke gue Restonya resto halal ngga? atau ngga kita makan makanan yang ngga ada dagingnya. Seperti waktu makan bareng di Domino, mereka mesannya Pizza yang toppingnya keju doang atau Pizza vegetarian. 

Suatu hari teman gue ngasih gue Rice with Chicken Curry dari tempat kerjanya dia. Gue pikir nanti ayamnya ngga usah gue makan. Tapi nyampe rumah, roommate gue yang strict banget masalah halal haram. Ngomong "Better you don't eat, The chicken already contaminate the rice." Dan akhirnya gue ngga makan.

Insha Allah dengan memakan makanan yang halal akan lebih berkah.





Saturday, January 9, 2016

Farewell Party Mba Rhina

Delicious Brownies and Strawberry Cake Handmade by the guest  


Mba Rhina bos  demostic cleaning gue dulu bakal Migrasi ke Rusia sekeluarga. Dia pengen membuat farewell party buat temen temennya.

Partynya dibagi dua. Minggu pertama buat teman teman Indonesia dan minggu kedua buat teman teman bule.


Kerjaan gue selama acara mengantar makanan dan minum ke tamu tamu mengambil piring dan gelas kotor untuk dicuci di dapur. Setelah tamu pulang lanjut bereskan rumah, vacuuming, and mopping.

Yang gue perhatiin tamu tamunya banyak yang datang membawa makanan untuk dibagi lagi ke tamu lainnya, dan makanan jadi semakin banyak, dari makanan yang disediain bos gue dan makanan yang dibawa tamu tamunya.
Nasi Uduk, Sushi, Mini Burgers

So far ini adalah kerjaan paling asyik, udah gajinya gede, $25/hour kerja 7 jam dapat $175. Hebatnya lagi bisa makan sepuasnya. Pulangnya bisa bawa makanan pula. Asyik banget kan...

Gue selalu berprinsip ketemu orang baru berarti ketemu rezeki. Dan beneran aja, di rumah mba Rhina gue kenalan tamu mba Rhina, dia menawarkan kerjaan gardening, 20/hour. Lumayanlah, berhubung gue belum pernah kerjaan ini dan gue lagi butuh duit tambahan, akhirnya gue ambil aja.

Nice to meet you Mba Rhina, good luck in Russia :)

Alhamdulillah...

Dikira Teroris



Tempat shalat gue, tepat depan signage driver and vehicle services
Hari ini salah satu sahabat gue di Oz akan test untuk mendapatkan Truck Driving license. Dia mengajak gue untuk menemaninya. Berhubung gue day off ya ikut aja. Itung itung mengunjungi tempat baru.

Tempatnya lumayan jauh dari Perth. Di Kelmscott skitar 40 menit naik Train. Sampai sana udah jam satu siang. Udah waktunya shalat dzuhur. Teman gue pengen segera shalat dzuhur. Carilah kami tempat buat shalat. Kami cari tempat yang bersih dan datar. Jaket gue gunakan sebagai pengganti prayer matt.


Selesai shalat gue didatangin staff dan seorang officer. Minta backpack kami dibuka, pake acara geledah. Perasaan gue langsung gak enak.


Serasa gue dan teman gue bawa bahan peledak aja. Gue sih gak ada tampang tampang terorisnya, tapi teman gue yang jenggotna panjang, mungkin, xixixixi...


Selesai shalat teman gue ngomel ngomel, ngomel ke gue, karena gue ngotot shalat di depan office dan dia maunya shalat di taman. Dan ternyata shalat depan office beneran membawa masalah, sampe tas kami harus diperiksa.


FYI Teman gue udah ngambil course plust test dua minggu lalu. Bayar sekitar $1000 tapi Failed.


Kali ini cuman test bayar $170


Udah latihan seminggu bawa truk teman dia.


Tapi gue bersih keras melarang dia ikut. Gue merasa dia masih perlu banyak latihan. Latihan dua minggu lagi. Baru ikut test. Tapi dia tetap ngotot untuk ikut test.


Dan Akhirnya gagal lagi. Katanya bakal latihan lagi trus ikut test lagi. Gue bilangin "next time will be the last test, if you failed. No more test. It means your destiny is not a truck driver." But then he said, "I have to get the license, i already spent thousands dollar for this, i have to pass this test!"



Good luck for the next test mate!



The Officer told the test result




Thursday, November 12, 2015

I move (again) to Hay Street, East Perth

My Room

Semenjak kerja di Hotel, rutin gue tiap hari Bangun pagi banget trus shalat shubuh langsung berangkat kerja, abis kerja jalan kaki ampe Fraser Suit trus naik Bis ke Masjid, Stay di Masjid sampe Isha trus balik ke rumah lagi. Gitu aja tiap hari.

Masjid udah jadi rumah kedua gue. Gue dapet banyak temen baru disana, gue kenalan ama Tarik, Australian yang udah jadi muallaf, Dawood, spanish guy yang baru aja jadi Muallaf, dan karena penasaran akhirnya gue tanya Dawood, kenapa dia memilih Islam?

Dan berceritalah kalo dia sering lewat depan masjid, setiap dia lewat. dia penasaran ini bangunan apa ya? Tapi cuman lewat doang. gak pernah masuk,  Sampai suatu hari lewat depan masjid, keluar seorang pria dari Masjid dan bisa bahasa spanyol, nah pria ini mentranslate surah Al Fatiha ke dalam bahasa spanyol. Ketika pria ini membacakan terjemahan surah Al Fatiha, Dawood menangis mendengar terjemahan surah Alfatihah. Dan akhirnya dia memutuskan untuk mempelajari Islam.

Bersama Dawood dan Tarik setiap hari setelah Shalat Maghrib kami belajar Arabic. Yang mengajar Ph.D Student Curtin University yang bernama Sameer from Oman. Di Oman dia seorang dosen. Sayangnya Arabic classnya hanya berlangsung sebulan. Setelah menyelesaikan Ph.Dnya Sameer langsung balik ke Oman.

Tiap hari ke Perth Mosque, bikin gue mikir, kenapa gue gak cari tempat tinggal aja dekat Perth Mosque, jadi gue bisa gampang ke Masjid.

Dan ternyata ada flat kosong yang terdiri tiga kamar tepat dibelakang Masjid, sewanya $400 perweek. Kalo bisa tinggal berenam kan sewanya bisa lumayan murah. So far udah lima orang yang mau tinggal disana, Gue, Dawood, Osman, Mounir dan Tarik. Untuk rent rumahnya harus apply lewat agency, Tarik yang pertama apply rumah itu ditolak, kemudian Osman dan Mounir juga ditolak, dan akhirnya rencana tinggal di flat itu hanya rencana doang, kata Orang di Masjid, Agency itu ngga suka muslim, apalagi yang apply namanya muslim muslim banget.

Akhirnya gue kembali disibukkan dengan gumtree, Sebelum tidur dan setelah pulang kerja pasti gue buka gumtree, nyari room share dan flat share, dan bisa dikata tiap hari gue inspect room dan gak ada yang sesuai harapan gue, Gambar iklannya selalu bagus banget, pas nyampe ternyata rumahnya beda dengan gambar.

Sampai akhirnya nemu iklan "Free city bus! Luxury apartment 10min walking CBD!!! Gym, Sauna Pool $250"

$250 buat berdua artinya satu orang $125 aja, lokasinya di Hay street. East Perth, ke Crown jalan kaki 40 menit, naik Bis 20 menit, naik sepeda 20 menit. Ke City bisnya banyak dan gratis!!!

 Great :)

Fix Move to Apartment ;)



Saturday, October 10, 2015

Kerjaan ke lima gue di Australia

My Second Home


Untuk pertama kalinya gue kerja lebih dari dari satu bulan, pekerjaan sebelumnya belum ada yang bertahan lebih dari satu bulan.

Pekerjaan inipun gue dapatkan setelah memasukkan resume selama empat kali, dan ada panggilan kerja setelah dua bulan memasukkan resume pertama, seminggu setelah memasukkan resume ke empat gue. Waktu memasukkan resume gue ke empat kali, gue udah yakin bakal ada panggilan, karena waktu memasukkan resume ke empat, gue disuruh mengisi form yang belum pernah gue lakukan selama memasukkan resume sebelum sebelumnya.

Setelah induction di Agency ternyata gue ditempatkan di Hotel Bintang lima, Hotelnya dekat rumah gue aja. Jalan kaki 40 menit dan Naik train 15-20 menit.

Dua minggu pertama kerja gue jalan kaki tiap hari, karena duit gue udah benar benar sekarat waktu itu. Bayangin gue hampir empat bulan di Oz tapi kerjaan ngga jelas, Dapat kerjaan yang sekali seminggu aja, itupun gue dipecat sebelum sebulan.

Empat bulan pertama gue di Oz merupakan bulan bulan terberat gue di Oz, Bulan bulan gue hunting cari kerja yang ngga dapat dapat juga. Ada kerjaan sih cuman ya sekali seminggu aja, Domestic Cleaner dan kitchen hand di Resto.

Menurut teman teman gue kerja housekeeping merupakan salah satu kerja yang berat. Gue udah penasaran aja, seberat apasih kerjaan housekeeping itu.

Waktu training sih masih enak enak aja, bersihin room masih berdua.Tapi begitu kerja sendiri ternyata ngga mudah, yang jadi masalah gue harus membersihkan dan merapikan kamar dalam 30 menit, Apalagi ini hotel bintang lima, Harus bersih dan roomnya harus well presented. Hari pertama gue kerja, satu room selesai dalam satu jam, supervisor gue dateng waktu gue bersih berish dan ngomong "Your room is nice but you are too slow."


Gue pikir kan masih baru, jadi wajar kalau lambat, gue juga masih bingung kadang kadang kalo lg kerja, mau mulai dari mana apalagi kalo roomnya super messy.

Hari itu hari minggu, gue dipanggil manajer gue masuk kerja, pasti gue iyain, hari minggu gajinya gede mak! skitar $35 per hour. Jarang jarang anak baru disuruh masuk kerja hari minggu. Hanya yang kerjanya cepat, efisien, gesit dan lincah bisa kerja hari minggu. Tp gue satu kamar aja selesai hampir satu jam, tapi ya namanya rezeki kadang datangnya dari arah yang gak disangka sangka. Pas gue masuk kamar buat bersihin eh dapat duit $5 di meja, tip dari tamu gue. Alhamdulillah, Mulailah gue membersihkan dengan semangat karena dapat tip $5, pas membersihkan toilet ada yang aneh, toilet bowl udah gue siram chemical dan kosek ampe kinclong, lantai toilet udah gue mop, udah semprot good sense, kok toiletnya masih bau pup gini, setelah gue selidiki, ternyata tamunya pup dilantai, cuman lantainya warna gelap, dan pupnya udah mengering dan hampir menyatuu dengan warna lantai, tamunya semacam diare sepertinya ada ceceran pup di lantai, dan pas gue gosok, baunya makin gila, tapi udah resiko kerja jadi cleaner, gue harus bersihkan. 

Setelah bersihkan gue laporan ke supervisor gue, dan supervisor gue ngomong, harusnya kamu laporkan ke saya kalo kamu menemukan pup. Kamu bisa dapat extra money, jika membersihkan pup. Dan gue udah membersihkan pupnya baru laporan, gagal dapat extra money dah...

Setelah kerja seminggu gue ditraining jadi houseman, bisa dibilang inilah kerjaan yang paling gue suka so far. Ngga ada target ngebersihin ruangan. Kerjaannya lebih mudah ketimbang kerja housekeeper alias room attendant. 

Kerjaan houseman mulai dari stripping room, kalo room attendant making bed, memasang linen on bed, gue sebaliknya, mencopot linen yang ada di bed. Tinggal copot aja, daripada disuruh masang lebih mudah kalo disuruh bongkar kan, membersihkat carpet stain, menerima order dari supervisor dan dari housekeeping office. 

Selain kerjanya lebih mudah jam kerja houseman lebih panjang, kerjanya minimum 7 jam tiap hari, room attendant kerjanya minimum 5 jam, tergantung dapat roomnya, kalo banyak bisa sampe 6 jam, kalo dikit aja hanya lima jam kerja.

Gue tiap shalat selalu berdo'a agar pekerjaan gue selalu dimudahkan, dan Alhamdulillah, selalu dimudahkan, Minggu ini bisa dibilang minggu keberuntungan gue sampe temen temen gue envy karena floor gue selalu gak banyak perintah dari supervisor. Jadi gue bisa strip room sebanyak mungkin. Sedangkan houseman yang lain, terlalu banyak perintah dari supervisor sehingga stripping roomnya jadi berkurang.

Kalo stripping roomnya kurang bisa berantem ama room attendat, atau dilaporin ke Manager kalo gak stripping room.

Roommate gue John di Shepparton road ngomong "I envy to you Torgis, you have a good and easy job and they provide food as well for you." John ini kerjanya kuli bangunan, pasang pasang ubin, $25/hour, Padahal gajinya lebih gede daripada gue, kenapa mau Envy coba? Envy gara gara gue dapet makan di tempat kerja? Tapi gaji diakan lebih besar bisa beli makanan yang lebih enak dari gue. 

Pas gue pindah ke East Perth, Karena flatnya gak nyediain detergent, harus beli sendiri, gue dan roommate gue Osman sepakat beli detergent bersama, masalahnya Osman mau beli yang paling murah, dan gue pengennya beli Omo (kalo di Indonesia Rinso Matic) Tiba tiba Osman nyeletuk, "I am poor Torgis, My Sallary just $600-$700 perweek and I still have to pay public transport $50 perweek. You are lucky, has an easy job and good sallary and now you don't need to pay for public transport." Osman ini kuli bangunan yang kerjanya masang masang paving block. 

Kerjaan kuli bangunan di Constraction gak akan pernah gue coba, karena gue anti pekerjaan berat, memang sih gue sedikit pemalas dan manja. Tapi bukan itu alasan gue, berat badan gue cuman 55kg, ngga sanggup ngangkat beban beban berat. Jadilah gue selalu mencari pekerjaan yang mudah yang menurut gue sanggup gue kerjain.

Semenjak kerja di hotel, gue udah ngga pelit ama diri gue sendiri, setelah gajian, pergi kerja udah ngga jalan kaki lagi. Karena semenjak kerja jam tidur rasanya selalu kurang, jadi gue pengen tidur lebih lama. Kalo jalan kaki harus bangun dua jam sebelum jam kerja, sedangkan kalo gue naik kereta gue bangun tidurnya satu jam sebelum jam kerja. 

And for the first time in my life, karena gue udah bekerja yang stabil, jam kerjanya lumayan dan gajinya juga lumayan, gue memutuskan untuk berkurban di Perth, gue beli seekor Domba buat gue qurban.

Semoga kerjaan Torgis dilancarkan dan dimudahkan Ya Allah...

Amin...






Tuesday, August 18, 2015

You Just Need a Big Effort, Work hard, Luck, Pray to God, and Connection

Pray to God
Dari beberapa kerja yang gue dapatkan di Australia, mostly gue dapatkan karena ada koneksi. Kerja di Hobba cafe, karena bantuan teman gue Joseph, Hampir kerja jadi loper koran di Melbourne karena bantuan Mathew, Kerja di Melbourne Pavillion bantuan Julien, Bahkan waktu gue ngga dapat kerjaan di Melbourne Joseph mau menemani gue keliling resto Indonesia masukin resume, kata Joseph biasanya kalo kamu berasal dari negara yang sama kemungkinan bakal mau hire kamu. Karena waktu sebulan pertama Joseph di Melbourne dia juga memasukkan ke semua Restauran yang ownernya orang Perancis berhubung dia orang Perancis. Kerja jadi cleaner karena landlord gue temenan ama bossku. Kerjaan house keeping di crown hotel juga gue dapatkan karena ada koneksi dari teman gue.

Hanya di Cafe Jiran itu gue dapatkan bukan karena koneksi, melainkan karena big effort, luck and always pray to God. Gue dan Ana  memasukkan resume kami berdua di cafe itu, setelah sebulan akhirnya do'a gue terkabul juga, gue dipanggil training di cafe itu, It's my luck karena gue dipanggil training sedangkan Ana ngga dipanggil padahal kami berdua memasukkan resume di tempat itu.


Kalo udah diterimah kerja, kamu harus kerja sebaik dan sekeras mungkin, Kalo kinerja kamu bagus boss kamu bakal menambah jam kerja kamu. tapi kalo kinerjamu ngga bagus biasanya jam kerjamu akan berkurang dari tiga kali seminggu bisa menjadi satu kali seminggu aja dan yang terburuk kamu dipecat.


Waktu ikutan khoruj di Apple cross beberapa minggu lalu Syech Momammed from Gambia mengatakan dalam dalam hadits riwayat Muslim "Allah telah menjamin rezeki setiap  makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezeki rezekinya masing masing. Rasul SAW bersabda, "Allah telah menetapkan takdir semua makhluk sejak 50.000 tahun sebelum dia menciptakan langit dan bumi."


Jadi bagaimanapun kamu bekerja keras Allah telah menetapkan hasilnya seperti apa. Tapi kata Syech Mohammed, "Rezeki bisa berubah kalo kamu berusaha dan berdoa kepada Allah."


Semoga Torgis diberikan kelapangan rezeki dan dikaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka oleh Allah...

Amin...

Saturday, August 15, 2015

Malam Minggu kelabu di Victoria Park

Chicken Rice, Salah satu menu yang biasa gue buat.
Pertama kalinya gue kerja malam minggu di Kitchen. Biasanya shift gue cuman rabu atau kamis doang, hari hari sepi dan santai yang orderan gak banyak. Ternyata hari sabtu orderan banyak banget. udah gitu gue hampir dua minggu libur kerja, kerja cuman sekali seminggu dan baru kerja dua atau tiga kali. Gue belum mampu menghafal dengan baik setiap masakan yang harus gue buat. Gue masih harus nanya boss gue setiap ada orderan yang masuk.

Bikin roti atau martabak ternyata ngga gampang buat gue, kalo bikin satu atau dua gue masih bisa bikin, kalo orderannya ada 10 dan mereka ngga mau nunggu! Gue yang masih new bie dan suka panik mana bisa!

Jadi diwaktu bersamaan gue menggoreng di wajan A dan B memasukkan Set Nasi Ayam di micro wave sambil membuat roti atau martabak. Sambil membuat Martabak gue harus tetap memperhatikan gorengan gorengan gue dan makanan yang gue masukin di microwave. Hari itu karena orderan roti ada banyak gue jadi panik,waiter mendatangi gue katanya costumer udah ngomel ngomel karena pesanan martabak lama banget. Kalo cuman satu dua sih gue masih bisa cepat tapi kalo sampe 10 gini. Gara gara fokus bikin martabak gorengan gue jadi over cooked. Ngga angus sih tapi kata boss gue harus bikin ulang, akhirnya gue bikin ulang lagi. Selesai gue goreng baru mau gue antar, eh costumernya udah pulang, katanya gue kelamaan. hiks. Boss gue yang lagi masak dibagian mie jadi ngga fokus masak juga, masakannya hangus!!!!
Dan gue tau boss gue emosi banget, gue bisa dengar dari cara dia menggoreng, wajan sepertinya jadi pelampiasan emosinya.

Pas gue bikin roti karena buru buru, adonan kulitnya ngga melebar sempurna dan sialnya boss gue melihat roti yang ngga sempurna ini. karena terburu terburu buru pula adonan roti gue jadi tipis banget, Pas boss gue balik rotinya, blass... sobek!! boss gue geleng geleng lagi.

Saat cleaning bersih bersih di kitchen Gue mengangkat sepanci curry dan crot... currynya tumpah tepat diatas sepatu saya dan meluber di lantai tapi untung yang tumpah dikit aja, tapi tetep boss gue geleng geleng kepala lagi.

Senin tengah malam biasanya gue udah dapat email buat rooster akan datang dan sampe selasa pagi gue ngga dikirimi rooster. 

Dan gue dipecat hiks!!!